Kalau sedang ditanya, Pasar Tradisional Yogyakarta mana yang sudah pernah kamu kunjungi, rata-rata bakalan menjawab Pasar Beringharjo. Itu bukan jawaban yang salah, karena lokasi pasar beringharjo yang berdekatan dengan Malioboro yang bikin terkenal. Tapi, selain Pasar Beringharjo, masih banyak Pasar Tradisional Yogyakarta yang bisa kmu kunjungi!

1. Pasar Pasty, Tempat Berburu Flora & Fauna Unik

Sebelum muncul pasar Pasty, dulu ada Pasar Ngasem untuk tempat melihat maupun membeli Satwa maupun Fauna yang menarik. Karena Pasar Ngasem yang tutup pada 2010, semua aktivitas pedagang Pasar Ngasem berpindah ke Pasar Pasty. Adapun Pasty merupakan singkatan dari Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta.

Pasar Tradisional Yogyakarta
Foto dari instagram @giulio_spadoni

Semua fauna bisa kamu temukan disini, mulai dari burung, anjing, ayam, ikan hiasa dan lainnya yang legal. Selain fauna, kamu juga bisa temuin berbagai jenisa tanaman hias yang cukup eksotis. Meskipun pasar ini berisi satwa dan tanaman, namun pasar ini jauh dari kesan becek dan kumuh. Lalu suasana pasar yang banyak kicauan burung bisa bikin kamu nyaman deh waktu berkunjung ke Pasar Pasty. Lokasi dari pasar ini adalah Jalan Bantul KM 1 Nomor 141, Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Sedangkan jam bukanya adalah mulai dari 07.00 sampai pukul 17.00 WIB.

2. Pasar Legi Kotagede, Tempatnya Jajanan Manis

Pasar ini menjadi salah satu pasar tertua se Kota Yogyakarta. Nuansa-nuasa tradisional begitu terasa kental saat kita memasuki kawasan Pasar Legi. Makanya pasar ini juga terkenal bagi kalangan fotografer untuk memotret.

Pasar Tradisional Yogyakarta
Foto dari Instagram @bimo.padika

Selain itu, yang bikin pasar ini makin fenomenal adalah selain menjual barang kebutuhan pokok, pasar ini juga menjual berbagai macam jajanan pasar. Dari segala penjuru, kamu bisa temukan cenil, gethuk, jenang sumsum, hingga jadah manten. Pasar ini beralamat pada Jalan Mondorakan, Purbayan, Kecamatan Kota Gede. Jam buka pasar ini mulai dari pukul 04.00 hingga pukul 20.00 WIB.

3. Pasar Sepeda GAPPSTA, Favoritnya Pecinta Sepeda

Bagi wisatawan pecinta sepeda jadul maupun onthel, mengunjungi Pasar Sepeda GAPPSTA adalah kewajiban. Hal ini tentunya karena pasar ini menyediakan aksesoris sepeda dan juga sepeda dengan tema vintage. Kalo kamu lagi nyari sepeda onthel jadul, pasar inilah tempatnya.

Foto dari Instagram  @yoyoksunaryo

Pasar sepeda ini menjual berbagai jenis sepeda bekas dengan berbagai macam ukuran. Harga jualnya pun variatif, mulai dari 150 ribu hingga puluhan juta rupiah tergantung kelangkaan dan tingkat kejadulan sepeda. Adapun pasar ini beralamat pada Jalan Mt. Haryono, Suryodiningrata, Yogyakarta. Dan jam bukanya mulai dari jam 08.00 hingga pukul 16.00 WIB.

4. Pasar Klitikan, Tempat berkumpulnya barang-barang loak

Dulu, pasar ini kerap kali disebut sebagai pasar maling. Hal ini karena pengunjung juga seringkalo menemukan barangnya yang hilang dijual kembali di pasar ini. Namun itu dulu, sekarang Pasar Klitikan kini memiliki reputasi yang lebih positif. Baik karena penataan kiosnya yang lebih modern yang membuat orang-orang lebih nyaman berbelanja maupun hanya sekadar melihat-lihat.

Foto dari Instagram @aldittodi

Di Pasar ini, kamu bakalan menemukan pedagang awul-awul, stensilam (buku-buku langka), barang-barang vintagem hingga katanya bisa jadi makanan aneh yang dapat digunakan untuk obat-obatan, seperti ular kobra.

5. Pasar Jejeran, Antara Sate Klathak dan Onderdil Motor

Ada dua hal yang membuat Pasar Jejeran begitu terkenal, yaitu tempat membeli onderdil motor murah dan kuliner sate klatanya yang enak banget.

Foto dari Instagram @amargimargo

Kalo kamu mau lagi nyari Onderdil dengan harga murah, momentumnya adalah dari pagi hingga sore. Sedangkan bagi yang ingin nyari sate klatak, datanglah sehabis isya. Lokasi dari pasar ini adalah Jalan Imogiri Timur, Wonokromo II, Kecamatan pleret. Untuk jam operasionalnya, pagi dari jam 08.00 hingga 17.00 WIB menjadi tempat jualan onderdil motor. Sedangkan pukul 19.00 hingga 01.00 WIB sate klatak.

Nah, barusan adalah daftar pasar tradisional yogyakarta yang bisa kamu kunjungi selama berkunjung ke Yogyakarta. Piknik ke yogyakarta rasanya kurang lengkap kalo nginepnya engga di D’Paragon. Kenapa harus D’Paragon? Hal ini karena D’Paragon mampu memberikan kenyamanan menginap premium dengan harga yang tidak begitu mahal.

Leave a Reply